PTK UNTUK GURU

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

(Classroom Action Research)

  1. Pengertain

Guna meningkatkan mutu pendidikan, Penelitian Tindakan Kelas sangat diperlukan terutama dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan pendidikan dengan mengkaji interaksi proses belajar mengajar yang terjadi di dalam kelas dengan menggunakan pendekatan pemecahan berbagai masalah sehingga hasilnya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Sedangkan penelitian tindakan (action research) memiliki lingkup yang lebih luas, karena tidak saja mengkaji dan melakukan tindakan dalam lingkup kelas, tetapi dapat mencakup satu sekolah bahkan dapat beberapa sekolah.

Ada berbagai macam pendapat tentang pengertian Penelitian Tindakan, antara lain menurut Kurt Lewin (dalam Sukarnyana, 2000:5) Penelitian Tindakan merupakan suatu rangkaian langkah ( a spiral of steps ) yang terdiri dari empat tahap yakni perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Sedangkan Kemmis dan Mc.Taggart mengemukakan Penelitian Tindakan adalah suatu bentuk self-inguiry kolektif yang dilakukan oleh para partisipan di dalam situasi sosial untuk meningkatkan rasionalistas dan keadilan dari praktek sosial atau pendidikan yang mereka lakukan, serta mempertinggi pemahaman mereka terhadap praktek dan situasi dimana praktek itu dilaksanakan.

Dari beberapa defenisi di atas, terdapat dua prinsip penting dalam Penelitian Tindakan, yakni (1) adanya keikutsertaan dari pelaku dalam pelaksanaan program (partisipatori) dan (2) adanya tujuan untuk meningkatkan cara melaksanakan suatu program kegiatan dan mempertinggi kualitas hasil suatu program kegiatan.

Berdasarkan definisi tersebut, maka pengertian Penelitian Tndakan kelas (PTK) adalah studi sistematis terhadap praktek pembelajaran di kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa dengan melakukan tindakan tertentu. Atas dasar pengertian PTK tsb. diatas terdapat 3 ciri khas PTK : (1) PTK dilaksanakan oleh guru sebagai pendidik dan pengajar, apabila dalam kelas ada masalah, guru wajib mengupayakan agar masalah tersebut dapat diatasi atau dukurangi dengan melakukan tindakan. (2) PTK dilaksanakan atas dasar masalah yang benar-benar dihadapi oleh guru. (3) PTK selalu ada tindakan yang dilakukan oleh guru untuk menyempurnakan pelaksanaan proses pembelajaran.

  1. Pentingnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Adapun alasan  dilaksanakannya PTK adalah:

  1. Dengan melaksanakan PTK berarti guru telah menerapkan pengajaran yang reflektif (reflective teaching), artinya guru secara sadar, terencana dan sistematis melakukan refleksi (perenungan) terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan dan menyempurnakan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
  2. Dengan melaksanakan PTK, guru dapat segera memikirkan cara menanggulangi masalah yang dihadapinya ketika melaksanakan proses pembelajaran.
  3. Pelaksanaan PTK memungkinkan guru mengadakan penelitian terhadap kegiatan pembelajaran tanpa harus meninggalkan kegiatan pokoknya sebagai pengajar.
  4. Pelaksanaan PTK dapat menjembatani kesenjangan antara teori yang bersifat umum spesifik, obyektif dan praktis.
  1. Karakteristik

Karakteristik PTK yang membedakannya dengan penelitian yang lain adalah sebagai berikut:

  1. PTK adalah intervensi skala kecil yang dilakukan oleh guru dalam upaya menyempurnakan proses pembelajaraan yang dilaksanakannya.
  2. PTK dilaksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas proses pembelajaran itu sendiri dengan asumsi bahwa semakin baik kualitas proses pembelajaran akan semakin baik pula hasil belajar yang dicapai siswa.
  3. PTK dilaksanakan atas dasar masalah yang benar-benar dihadapi guru dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran di kelas.
  4. PTK dilakaukan oleh guru sebagai praktisi atau pendidik dan pengajar bukan sebagai peneliti ahli.
  5. PTK dilaksanakan melalui suatu rangkaian langkah yang bersifat spiral (a spiral of steps), yaitu suatu daur kegiatan yang dimulai dari perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan sistematik terhadap pelaksanaan dan hasil tindakan yang dilakukan (observation), refleksi (reflection) dan selanjutnya diulang kembali dengan perencanaan tindakan berikutnya, dan seterusnya.
  1. Metodologi PTK

Metodologi PTK menunjuk pada prosedur dan tata cara yang ditempuh dalam melaksanakan PTK. Adapun langkah-langkah umum PTK adalah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasikan masalah

Identifikasi masalah menyangkut tentang (1) masalah yang akan dipecahkan, (2) cara yang ditempuh untuk memecahkan masalah, dan (3) alasan tentang pentingnya pelaksanaan PTK. Masalah timbul manakala terdapat kesenjangan antara harapan dan kenyataan.

  1. Melakukan analisis masalah

Analisis masalah dilakukan untuk mengetahui deminsi masalah yang dapat dipecahkan melalui pelaksanaan PTK serta dapat menemukan focus yang tepat.

  1. Merumuskan masalah penelitian

Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan apa saja yang ingin dicarikan jawabannya melalui penelitian. Kegiatan ini sangat penting karena dengan terumuskannya masalah dengan jelas maka peneliti akan dapat menyingkapkan beberapa factor penyebab utama yang memungkinkan peneliti untuk mencari dan menemukan alternatif pemecahan masalah yang tepat dan mendasar.

  1. Merumuskan hipotesis tindakan

Hipotesis dalam hal ini adalah dugaan yang beralasan atau jawaban sementara atas masalah yang hendak dipecahkan berupa kesimpulan-kesimpulan teoritis yang diperoleh dari pengkajian kepustakan.

  1. Menetapkan rancangan penelitian

Rancangan PTK akan tergantung pada tujuan penelitian, sifat masalah yang digarap, karakteristik kelas yang diteliti, serta model tindakan yang dipilih. Ada beberapa model PTK, namun kesamaan model rancangan PTK terletak pada alur pelaksanaan tindakan yang dilakukan (lihat Gb.).

Alur Pelaksanaan Tindakan dalam PTK

  1. Perencanaan Tindakan

Disusun berdasarkan masalah dan hipotesis tindakan yang diuji secara empirik sehingga perubahan yang diharapkan dapat mengindentifikasikan aspek dan hasil PBM sekaligus mengungkap faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan tindakan.

  1. Pelaksanaan Tindakan

PTK didasarkan atas pertimbangan teoritik dan empirik agar hasil yang diperoleh berupa peningkatan kinerja dan hasil program optimal. Pelaksana PTK adalah guru kelas yang bersangkutan, namun bisa juga kolaborasi dengan pihak lain.

  1. Observasi

Pengamatan dalam PTK adalah kegiatan pengumpulan data yang berupa proses perubahan kinerja pembelajaran.

  1. Refleksi

Refleksi (perenungan) merupakan kegiatan analisis-analisis, interpretasi dan eksplanasi (penjelasan) terhadap semua informasi yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan.

  1. Melaksanakan tindakan

Jenis tindakan yang dilakukan dalam PTK hendaknya didasarkan atas pertimbangan teoritik dan empirik agar hasil yang diperoleh berupa peningkatan kinerja dan hasil program menjadi optimal. Tindakan dilaksanakan sejalan dengan kegiatan pembelajaran di kelas.

  1. Penyusunan Proposal PTK

Sebagaimana halnya penelitian ilmiah lainnya, proposal PTK juga harus dirancang dengan mengindahkan kaidah-kaidah tertentu. Pada umumnya format penyusunan proposal PTK adalah sebagai berikut:

  1. Judul

Judul hendaknya singkat, jelas dan sederhana, namun secara tersirat telah mampu mencerminkan secara tepat inti isi yang terkandung dalam usulan PTK atau memuat pokok permasalahan.(variabel penelitian).

Penggunaan diskusi (Number Head Together) untuk meningkatkan kemampuan siswa mengemukakan pendapat.

  1. Latar Belakang Masalah

Berisi alasan tertentu sebagai landasan atau pertimbangan  bahwa  suatu masalah perlu diteliti. Dengan kata lain bahwa masalah tidak berdiri sendiri melainkan ada penyebab terjadinya masalah tersebut.

  1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang dapat diidentifikasikan berbagai masalah yang timbul.

  • Mengapa siswa belum mampu mengemukakan pendapat?
  • Apakah cara mengajar guru terlalu monoton?
  • Apakah siswa belum terlatih mengemukakan pendapat?
  • Apakah kesempatan siswa mengemukakan pendapat masih terbatas?
  1. Pembatasan Masalah

Dari identifikasi masalah, perlu ada beberapa pembatasan masalah.

  • Penelitian dibatasi pada siswa kelas ……..
  • Penelitian difokuskan pada kemampuan siswa mengemukakan pendapat
  • Pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi (Number Head Together)
  1. Perumusan Masalah

Deskripsikan rumusan masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah.

Apakah metode diskusi (number head together) dapat meningkatkan kemampuan siswa mengemukakan pendapat?

  1. Tujuan Penelitian

Berisi pernyataan yang ingin diperoleh setelah penelitian selesai dilaksanakan. Hasil penelitian biasanya disebut dengan temuan penelitian.

Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode diskusi dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat.

  1. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian adalah kegunaan dari hasil penelitian yang diperoleh; dalam arti hasil penelitian diharapkan dapat dipergunakan oleh siapa, berupa apa dan untuk keperluan apa.

  • Penggunaan metode diskusi (number head together) dapat dipakai sebagai salah satu alternatif metode dalam pembelajaran.
  • Dengan adanya kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat maka PBM akan berlangsung lebih baik
  • Dapat meningkatkan semangat belajar dan hasil belajar.
  1. Hipotesis Tindakan

Perumusan hipotesis merupakan ramalan jawaban sementara terhadap masalah yang diteliti.

  • Penggunaan metode diskusi (number head together) dapat meningkatkan kemampuan siswa mengemukakan pendapat.
  1. Kajian Pustaka

PTK termasuk dalam kategori penelitian praktis, namun sebagai penelitian perlu dilandasi ilmu pengetahuan yang sudah ada dan bersifat ilmiah, yang berisi landasan teori dari variable yang akan diteliti.

  • Landasan teori Cooperative Learning dengan teknik diskusi Number Head Together.
  • Konsep tentang motivasi siswa dapam mengemukakan pendapat.

10.  Metodologi Penelitian

Berisi hal-hal yang berkenaan dengan prosedur dan cara yang ditempuh dalam melaksanakan PTK sebagai berikut :

a. Lokasi Penelitian dan Karakteristik Subjek Penelitian

Karakteristik lokasi

  • N a m a  Sekolah                            :…………………………….
  • Alamat sekolah                               :……………………………
  • Kelas                                             : ……………………………
  • Lingkungan fisik dan sosial  : ……………………………

Karakteristik Siswa:

  • Komposisi siswa
  • Latar belakang sosial-ekonomi orang tua.
  • Kemampuan akademik
  • Motivasi belajar
  1. Variabel yang diteliti

Tentukan variabel penelitian yang dijadikan titik incar untuk menjawab permasalahan yang dihadapi. Variabel tersebut dapat berupa:

(1)     Variable input yang terkait dengan siswa, guru, bahan pelajaran, sumber belajar, lingkungan belajar, dsb;

(2)     Variabel proses yang terkait dengan proses pembelajaran, keterampilan mengajar, implementasi metode pengajaran, dsb

(3)     Variabel out-put seperti motivasi siswa, kemampuan siswa, hasil belajar siswa, dsb.

Misalnya :

(1) Variabel input : Siswa kelas …… , Guru …….., Materi pelajaran ……

(2) Variabel proses : Keaktifan siswa dalam berdiskusi

(3) Variabel out put : Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat

  1. Rencana Tindakan

Berisi jenis dan bentuk tindakan serta prosedur yang ditempuh untuk memecahkan masalah, sbb.:

(1)   Perencanaan/persiapan :

(a) Mempersiapkan Rencana Pembelajaran yang memuat langkah-langkah diskusi, beserta materi yang akan didiskusikan.

(b)   Mempersiapkan format observasi untuk melihat kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat, kemampuan guru dalam memimpin diskusi, dan ketercapaian hasil belajar.

(2)   Implementasi Tindakan

(a) Guru membentuk kelompok yang heterogen dengan anggota empat siswa, tiap siswa menggunakan nomor kepala 1, 2, 3 dan 4

(b) Guru membagi wacana untuk didiskusikan secara kelompok dengan bimbingan guru

(c) Diskusi pleno dipimpin guru, adapun yang berhak bicara yakni nomor kepala yang ditunjuk guru, misal: nomor 3 maka semua siswa yang bernomor 3 harus bicara dst.

(d) Guru mengisi format observasi yang disiapkan.

(3)   Observasi dan Interpretasi

Prosedur pengumpulan data dan penafsiran data.

Pengumpulan data dilakukan oleh guru sendiri dapat dibantu oleh teman sejawat.

(4)   Analisis dan Refleksi

Prosedur analisis terhadap hasil pemantauan/observasi dan refleksi berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang akan dilaksanakan. Dapat menggunakan teknik analisis data kuantitatif atau kualitatif.

Analisis dan refleksi dilakukan oleh guru diluar kelas dengan menggunakan analisis kualitatif.

  1. Pengumpulan Data

Berisi rincian kegiatan pengamatan yang terinci dalam rencana tindakan, metode pengumpulan data PTK dengan menggunakan lembar pengamatan (observasi), dengan rincian sbb.:

(1)   Jenis data : yang terkumpul berupa data kualitatif

(2)   Teknik pengumpulan data: observasi dengan memberi cek list pada format yang disediakan

(3)   Format pengamatan: terlampir

  1. Tim Peneliti dan Tugasnya (seandainya PTK dilaksanakan secara tim)

11.  Jadwal Penelitian

Merupakan pedoman dalam melaksanakan setiap tahap kegiatan penelitian, dengan mencantumkan jenis kegiatan dan waktu pelaksanaannya yaitu menggambarkan urutan kegiatan dari awal sampai akhir.

12.  Rencana Pembiayaan (apabila memperoleh bantuan dana penelitian)

13.  Daftar Pustaka

PTK dilaksanakan dengan tidak boleh mengabaikan kaidah-kaidah keilmuan, tentunya dilandasi dengan ilmu pengetahuan yang sudah ada, hasil penelitian terdahulu.

DAFTAR CEK

MOTIVASI BELAJAR SISWA

Nama siswa      : ……………………………….

Kelas               : ……………………………….

Petunjuk         : Berilah tanda cek (V) pada kolom yang tersedia sesuai dengan yang kamu alami.

Pernyataan Sangat

sering

Sering Pernah Tidak

Pernah

  1. Menyiapkan diri untuk mengikuti pelajaran esok hari.
  1. Belajar buku lain yang berhubungan dengan pelajaran
  1. Membuat kliping yang berhubungan dengan pelajaran
  1. Latihan mengerjakan soal yang ada dalam buku
  1. Bertanya pada guru jika menemui kesulitan dalam belajar
  1. Berdiskusi dengan teman di luar jam pelajaran
  1. Mengeluh jika memperoleh nilai jelek
  1. Mengerjakan tugas sekolah
  1. Tidak memperhatikan jika guru menerangkan pelajaran yang tidak disukai
10.  Tidak masuk sekolah jika ada pelajaran yang tidak disukai
11.  Malu jika teman memperoleh nilai bagus

PEDOMAN WAWANCARA

Tujuan          : Memperoleh informasi mengenai cara belajar siswa di rumah/ sekolah.

Nama/Kelas  : ………………………………….

DAFTAR PERTANYAAN

  1. Kapan dan berapa lama kamu belajar di rumah dalam sehari?
  1. Apakah kamu memiliki jadwal belajar? Bagaimana pelaksanaanya?
  1. Bagaimana cara belajar yang kamu sukai?
  1. Bagaimana jika kamu menemui kesulitan belajar di rumah?
  1. Bagaimana cara kamu menyelesaikan tugas yang diberikan sekolah?
  1. Apakah kamu sering belajar bersama teman-temanmu?
  1. Apakah orang tuamu memperhatikan dan membantu belajarmu?
  1. Apakah kamu menyukai cara gurumu mengajar? Mengapa?
  1. Bagaimana cara mengajar yang kamu harapkan dari gurumu?

10.  Menurutmu bagaimana cara belajar yang menyenagkan di sekolah?

11.  Pelajaran apa yang paling kamu sukai? Mengapa?

12.  Bagaimana tugas yang diberikan gurumu?

13.  Bagaimana jika ada materi pelajaran yang kurang jelas?

OBSERVASI KEGIATAN DISKUSI

Nama/Kelas    : ………………………………………..

Topik diskusi  : ………………………………………..

Penyataan A B C D
  1. Mengajukan pertanyaan
  1. Memperhatikan pertanyaan teman
  1. Memberikan tanggapan terhadap jawaban teman
  1. Tidak memonopoli pembicaraan
  1. Tidak memaksakan pendapat
  1. Mencatat setiap pembicaraan
  1. Taat terhadap aturan diskusi
  1. Menengahi jika terjadi salah paham antar teman

Keterangan:

  1. Baik sekali  : 75 – 100
  2. Baik            : 55 – 74
  3. Cukup         : 41 – 54
  4. Kurang        :   0 – 40

MODEL LAPORAN PTK

(Alternatif 1)

BAB I    :   PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan Penelitian
  4. Manfaat Penelitian
  5. Hipotesis Tindakan

BAB II   :   KAJIAN PUSTAKA

A.

B.

C.

BAB III :   METODOLOGI PENELITIAN

  1. Lokasi dan Subjek Penelitian
  2. Variabel yang Diteliti
  3. Rancangan Tindakan
    1. Perencanaan
    2. Implementasi Tindakan
    3. Observasi dan Interpretasi
    4. Analisis dan Refleksi
    5. Pengumpulan Data
      1. Jenis Data
      2. Teknik Pengumpulan Data

BAB IV :   HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.

B.

C.

BAB V  :   PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. Saran

MODEL LAPORAN PTK

(Alternatif 2)

BAB I    :   PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan Penelitian
  4. Hipotesis Tindakan
  5. Manfaat Penelitian

BAB II  :  PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN

  1. Lokasi dan Subjek Penelitian
  2. Prosedur Penelitian
    1. Persiapan Tindakan
    2. Pelaksanaan Tindakan
    3. Pengamatan
    4. Analisis/Refleksi

BAB III :   HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.

B.

C.

BAB IV :  KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan
  2. Saran

DAFTAR PUSTAKA

Depdikbub, Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), Jakarta: Dirjen Dikti, Proyek Pengembangan Guru Sekolah Menengah, 1999.

Sukarnyana, I Wayan, Penelitian Tindakan Kelas, Malang: Proyek PPPG IPS dan PMP, 1999/2000.

Suryabrata, S., Metodologi Penelitian, Jakarta: CV. Rajawali, 1993.

~ oleh panrita75 pada Juni 9, 2010.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: